Bioteknologi adalah penggunaan biokimia, mikrobiologi,
dan rekayasa genetika secara terpadu, untuk menghasilkan barang atau lainnya
bagi kepentingan manusia. Biokimia mempelajari struktur kimiawi organisme.
Rekayasa genetika adalah aplikasi genetik dengan mentransplantasi gen dari satu
organisme ke organisme lain. Namun penggunaan bioteknologi ini mempunyai dampak
positif dan dampak negatif :
Dampak Positif :
1. Bioteknologi
dapat mengatasi kekurangan bahan makanan (protein dan vitamin).
2. Membantu
mengatasi masalah kesehatan dengan menyediakan obat-obatan untuk memberantas
penyakit secara lebih murah..
3. Menyediakan
berbagai senyawa organik seperti alkohol, asam asetat, gula, bahan makanan,
protein, vitamin.
4. Menyediakan
energi, misalnya biogas.
5. Memperbaiki
lingkungan (misal bakteri pencerna limbah)
6. Mengatasi
kesulitan memperoleh keturunan (bayi tabung)
Dampak Negatif :
1. Dampak terhadap
Lingkungan
Contohnya,
pembuatan tempe atau kecap dalam skala besar dapat mengakibatkan pencemaran
lingkungan. Air limbah dan kulit kedelai dari proses pembuatan tempe, jika
dibiarkan tergenang dalam waktu cukup lama, limbah tersebut mengubah lingkungan
menjadi tidak sehat. Jika air limbah itu dibiarkan mengalir ke dalam
kolam-kolam ikan atau ke lahan-lahan persawahan, kehidupan ikan atau tanaman
akan terganggu, bahkan bisa mati. Selain meracuni organisme yang hidup di dalam
air, limbah ini juga menimbulkan bau yang tidak enak. Untuk itu maka perlu ditangani
secara baik agar tidak mencemari lingkungan.
2. Dampak Sosial
Produk
minuman beralkohol seperti bir, anggur, wiski, dan air tape terkadang juga
menimbulkan dampak yang buruk bagi lingkungan. Dampak tersebut berupa kebiasaan
meminum minuman beralkohol tersebut sehingga mabuk. Minuman beralkohol bila
diminum dalam jumlah banyak bersifat memabukkan dan menyebabkan kantuk karena
menekan aktivitas otak.
Alkohol
juga bersifat candu. Orang yang sering minum alkohol dapat menjadi ketagihan
dan sulit untuk meninggalkan kebiasaan minum minuman beralkohol. Walaupun tidak
beracun, alkohol dapat menimbulkan angka kematian yang tinggi, misalnya
pengemudi kendaraan yang dalam keadaan mabuk menimbulkan kecelakaan lalu
lintas.
Alkohol
yang terdapat dalam minuman beralkohol kadarnya bermacam-macam. Secara
alami alcohol hasil fermentasi kadarnya 12-15 % karena pada larutan yang
berkadar sebesar ini ragi akan mati. Tetapi melalui proses penyulingan dapat
diperoleh alkohol sampai 95,5%.
Sumber :
http://oktavianipratama.wordpress.com/2013/02/21/dampak-penggunaan-bioteknologi/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar